habits dalam mengatur keuangan saat 20 an untuk ditanam

 


Pasti dari kita punya uang etah itu dari pendapatan atau pemberian orang tua, ada tipe tentang ini 1. tiap awal bulan berasa happy dapat uang sebegitu banyak tapi pas akhir bulan lah kok? duitnya pada ilang kemana. atau 2.takut buat ngeluarin uang makanya terus-terusan di tabung. apa lagi umur awal 20-an ini terbilang masa krusial dan penuh godaan pengen itu-ini, beriku adalah habit dalam keuangan yang bisa kita tanaman selagi masih mudah; dan aku menemukan itu setelah mencari-cari dan mulai mempraktekan.

catatan: mungkin beberapa saran tidak untuk semua orang, dan harap kritis dalam pengaplikasian dirimu

ini adalah 3 pondasi keuangan yang bisa mulai kita tanamkan

1.     mencatat pengeluaran dan pemasukan

ini adalah hal yang paling penting, setiap kali aku mencari saran tentang keuangan pasti muncul paling awal dan menjadi top 1, mengapa demikian karna dengan begitu kita bisa mengetahui dari mana saja uang kita datang dan kemana uang kita pergi bukan cuman itu, ini juga membantu kita meng-evaluasi setiap strategi lebih lanjut/langkah selanjutnya dalam perencanaan keuangan yang baik seperti oh kita ada kebocoran di life style, gimana caranya ya buat beli barang ini tanpa rasa bersalah, wah ada sisa nih bisa lah pake investasi dan sebagainnya.

kalau aku untuk pengeluaran aku menggunakan tamplet 50/30/20 walaupun setiap alokasi yang ku berikan selalu berganti setiap bulannya tapi ini memudahkanku ntuk bisa mengatur keuangan.

2.     scarsity mindset --à abundance mindset

yang kedua adalah berpindah dari yang awalnya scarsity mindset ke abundance mindset

mungkin kita pernah mendengar tentang growth mindset dan fixed mindset, nah abundance mindest ini masih berhubungan dengan growth mindset.

scarcity mindest adalah cara berpikir yang menganggap hidup ini penuh dengan keterbatasan dan saingan. orang orang ini berpikir seperti cenderung merasa tidak cukup, tidak berdaya dan tidak berharga. mereka sulit mencapai impian mereka dan menikmati hidup.

 

abundance mindset adalah suatu cara pandang kita untuk melihat dunia yang memiliki banyak  hal untuk di bagi di sekeliling kita, ini berarti bahwa kita percaya bahwa pengalaman,uang kekayaan dan kesuksesan ada dalam jumlah yang cukup untuk semua orang.

3.     membiarkan diri membayar untuk pengalaman

yang terakhir adalah kita harus membiarkan diri untuk membayar pengalaman, bisa haiking ke suatu gunung atau trip ke suatu desa/kota yang mengubah cara pikirmu, membiarkan bermain kemanapun untuk membangun relasi, dan lainnya. dan pengalam ini tidak akan tergantikan oleh apapun ketika kita masih muda dan yang tak kalah penting kita harus invest ke memories, mungkin bayangkan seperti ini, kita dimasa tua itu yang paling kita ingat bukanlah menaruh 1-2 juta uang kita di suatu portofolio saham atau property tapi yang akan kita ingat adalah perasaan senang ketika kita membayar makan seluruh keluarga di suatu restoran bintang tiga dengan uang yang kita hasil/dapatkan.


beberapa reference yang aku dapatkan

https://www.headspace.com/mindfulness/there-will-always-be-more-overcoming-scarcity-mindset

https://growthcenter.id/news/7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teman (Cerita pendek)

Minuman Kaleng (Cerpen mini)

ketika dongen anak-anak berubah menjadi DARK (Review buku Little Red Riding Hood)